Perubahan Sosial Dalam Konteks Negara Dunia Ketiga

Perubahan sosial merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakan dari kehidupan manusia. Seiring berjalanya waktu akan selalu terdapat perkembangan dari suatu masyarakat. Perubahan sosial sendiri terjadi karena beberapa faktor dan salah satu faktor yang menyebabakn perubahan sosial adalah pembangunan. Pembangunan mempunyai dampak yang besar terhadap perubahan sosial yang terjadi pada suatu negara, dan hal ini terutama terjadi kepada negara dunia ketiga. Pembangunan membawa dampak besar kepada masyarakat tidak hanya membawa dampak positif saja melainkan dapat pula membawa dampak negatif.




Dampak positif dan negatif pembangunan sebenarnya berbeda-beda antara satu individu dan individu lain, antara satu kelompok dengan kelompok lain dan satu negara dengan negara lain. Sebagai contoh, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah tidak selamanya membawa dampak positif, bahkan bisa jadi dapat membawa kerugian bagi sebagian orang.  Contoh kasus, adanya pembangunan di tempat-tempat yang awalnya kumuh untuk menjadi lebih baik, ternyata pada faktanya tidak selamanya disambut baik oleh semua masyarakat. Bagi masyarakat tertentu dengan adanya pembangunan di tempat-tempat kumuh tersebut itu artinya adanya penggusuran pemukiman mereka, hal ini tentu akan berdampak pada perubahan sosial terutama yang dialami oleh masayarakat pinggiran.

Dalam negara dunia ketiga perubahan sosial dengan korelasinya dengan pembangunan mempunyai beragam  tantangan. Hal ini disebabkan dalam negara-negara dunia ketiga harus menyusul ketertinggalanya dengan negara-negara yang sudah melakukan pembangunan dan maju terlebih dahulu. Dampak ketertinggalan pembangunan ini, menyebabkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian terhadap kondisi negara dunia ketiga, dimana masyarakat dunia ketiga mau tidak mau akan mengahadapi berbagai perubahan sosial yang terjadi.

Dalam kaitanya dengan perubahan sosial dan pembangunan  terdapat bentuk-bentuk perubahan sosial seperti, perubahan sosial yang direncanakn maupun tidak, skala besar maupun kecil, cepat atau lambat. Untuk kasus pembangunan di negara dunia ketiga terdapat beberapa bentuk perubahan sosial. Berikut analisisnya :

Berdasarkan kecepatanya, perubahan sosial di negara dunia ketiga termasuk dalam kategori lambat sebab pembangunan yang terjadi pun cukup lambat. Hal ini disebabkan masyarakat tidak terlalu cepat dan tidak mau begitu saja menerima segala bentuk perubahan yang terjadi, sehingga pembangunan pun tidak bisa berjalan secara cepat. Sebagai contoh, dalam masyarakat tradisional terkadang ketika akan dilakukan suatu pembangunan dalam suatu tempat, maka harus terlebih dahulu melalui beberapa prosesi yang bersifat



Berdasarkan skalanya, perubahan sosial di negara dunia ketiga, termasuk kedalam skala besar, sebab pembangunan dapat memengaruhi ruang lingkup yang besar yaitu suatu negara. Meskipun pada faktanya pembangunan di negara-negar dunia ketiga tidak tersebar secara merata, namun kondisi perubahan sosial dapat terjadi ke semua wilayah dalam negara dunia ketiga. Sebagai contoh, adanya kesenjangan suatu pembangunan yang berakibat pada berbagai aspek seperti ekonomi, sosial politik dll menyebabkan terjadinya suatu perubahan sosial antara satu daerah dengan daerah lain berbeda. Misalnya, permasalahan sosial yang dihadapi oleh warga Jakarta tentu akan berbeda dengan permasalahan sosial yang terjadi dan dialami warga Papua. Meskipun demikian, dampak adanya perbedaan pembangunan ini menyebabakan perubahan sosial skala yang luas.

Berdasarkan proses terjadinya, perubahan sosial dikaitaitkan dengan pembangunan, termasuk kedalam perubahan yang direncanakan. Dalam melakukan suatu pembangunan tentunya tidak begitu saja terjadi. Selalu ada pihak-pihak yang menjadi inisiator dalam pembangunan, sebut saja seperti pemerintah, pemilik perusahaan, korporat dll. biasanya untuk pembangunan skala besar pihak-pihak yang terlibat pun tidak semabarangan sehingga harus melibatkan “orang-orang atas”. Sebagai contoh, dalam pembangunan infrastruktur, seperti jalan raya, bangunan-banguna dan fasilitas umum, pembangunan dilakukan tentu dengan perencanaan yang matang, hal ini dilakukan agar untuk langkah selanjutnya tidak menemukan kendala, setiap detail perencanaan pembangunan telah diatur sedemikian rupa.

Selain bentuk-bentuk perubahan sosial dengan korelasinya dengan pembangunan, terdapat juga faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial, untuk faktornya sendiri ada yang bersifat internal dan bersifat eksternal, dalam kaitanya dengan pembangunan di negara dunia ketiga yang menyebabkan perubahan sosial, terdapat beberapa faktor, baik dari internal amupun eksternal.

 Bertambah dan berkurangnya penduduk, dalam negara dunia ketiga rata-rata mempunyai jumlah penduduk yang banyak. Hal ini disatu sisi dapat mengakibatkan perubahan sosial yang negatif seperti semakin banyaknya pengangguran dan juga mungkin juga menambah tingkat kemiskinan. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan berbagai permasalahan sosial. Namun, disatu sisi banyaknya penduduk di negara-negara dunia ketiga bisa dibilang sebagai bonus demografi, dimana jika dimanfaatkan secara maksimal yaitu melalui pembangunan dalam artian luas (bukan hanya pembangunan fasilitas fisik saja, melainkan pembangunan diri masyarkat) maka akan menjadi suatu keuntungan bagi negara dunia ketiga. Caranya yaitu dengan melakukan berbagi permbangunan dalam sektor pendidikan, kesehatan dll

Adanya penemuan-penemuan baru pun sangat membantu perkembangan sosial di negara dunia ketiga sebab dengan adanya berbagai inovasi terutama dalam hal teknologi, hal ini dapat menyebabkan pembangunan menjadi lebih cepat untuk dilakukan. Namun, meskipun demikian penemuan baru seperti adanya peningkatan dalam teknologi, tidak semata-mata membawa dampak positif, karena adakalanya justru sebaliknya, yaitu membawa perubahan sosial yang negatif. Sebagai contoh dengan adanya kemajuan teknologi, bagi masyarakat di negara dunia ketiga belum memaksimalkan penggunaanya secara bijak, seperti semakin banyaknya penyalahgunaan teknologi hanya untuk kesenangan semata. Contoh kasusnya yaitu penggunaan smartphone hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak terlalu bermanfaat bahakn merugikan seperti hanya digunakan untuk game dan sosial media saja. Hal ini tentu bukanya akan mempercepat pembangunan, justru sebaliknya yaitu akan menghambat pembangunan dari sisi pribadi manusianya itu sendiri.

Selain dua hal diatas, perubahan sosial pun dapat terjadi karena adanya pertentangan. Dalam kaitanya dengan pembangunan di negara dunia ketiga, hal ini tentunya dapat berpengaruh besar terhadap kelangsungan pembangunan itu sendiri. sebagai contoh dalam pembangunan di suatu negara, tidak selamanya selalu mendapatkan “lampu hijau” dari masayarakat. Adakalanya justru pembangunan di tentang oleh masyarkat. Contoh kasusnya, yaitu adanya pembangunan infrastruktur di suatu daerah yang mana ditentang oleh masayarkat daerah tersebut, alasanyabisa karena berbagai faktor, namun yang sering terjadi yaitu karena pembangunan tersebut disinyalir dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Hal ini pernah terjadi di Indonesia, dimana terdapat beberapa penolakan dari masyarakat ketika didirikkanya suatu inustri, contohnya yaitu pembangunan pabrik.

Selain faktor internal disuatu negara, perubahan sosial pun dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti perubahan alam, peperangan dan pengaruh dari luar. Dalam hal ini pembangunan di negara dunia ketiga pun terkena dampak langsung dari ketiga faktor eksternal tersebut sehingga mempengaruhi proses pembangunan dan berdampak juga pada perubahan sosial yang terjadi.

Perubahan alam seperti terjadinya bencana alam merupakan sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya namun dampaknya tentu dapat secara langsung dirasakan. Contoh kasusnya yaitu yang pernah terjadi di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang sering terkena bencana alam, oleh sebab itu tak jarang hal ini menyebabkan perubahan sosial. Sebut saja seperti bencana alam seperti Tsunami, Gempa Bumi, Gunung meletus dll merupakan bencana alam yang tidak bisa kita hindari. Dampaknya selain kerugian secara material dapat juga menyebabkan perubahan sosial, dimana kondisi masyarkat tentu akan berbda antara sebelum dan sesudah bencana alam itu terjadi. Pembangunan pun seperti dalam hal infrastruktur dan ekonomi menjadi terhambat.


Comments