Kebudayaan Cina dalam Konteks Budaya Global


source : victeezy.com


Cina merupakan suatu negara yang eksistensinya sudah tidak diragukan lagi di seluruh dunia. Pasalnya negara dengan total penduduk yang mencapai 1, 5 Milyar ini terkenal akan berbagai bidang, seperti perdagangan, perekonomianya, struktur politik, kekayaan alam, dan kebudayaanya. Dari berbagai hal tersebut yang menarik untuk dibahas lebih jauh adalah mengenai kebudaayaanya.

Berkolerasi dengan banyaknya jumlah penduduk hal ini menyebabkan banyak juga kebudayaan yang dihasilkan oleh masyarakat Cina. Sehingga tidak aneh rasanya jika kita dapat menemukan berbagai keunikan yang dapat kita temui di negara ini. Kebudayaan Cina merupakan salah satu kebudayaan tertua yang ada di muka bumi ini. Bersanding dengan kebudayaan tertua lainya seperti  kebudayaan Babilonia, Yunani, Mesir dan Aztek. Namun berbeda dengan kebudayaan tertua lainya yang sudah lenyap di telan zaman, kebudayaan Cina sampai saat ini masih menunjukan eksistensinya.

Di tengah era globalisasi ini, gempuran westernisasi tentunya tidak dapat terelakan lagi. Budaya barat mungkin saja menjadi ancaman bagi budaya murni yang dimiliki oleh Cina. Meskipun demikian hal ini tidak menyurutkan masyarakat asli untuk tetap berpegang teguh pada budaya nenek moyang yang telah di anut secara turun temurun. Sebut saja salah satunya yaitu mengenai kepercayaan akan nasib baik dan buruk yang ditentukan oleh hal-hal tertentu yang dilakukan oleh orang-orang, budaya ini dikenal dengan istilah “Feng shui”. Melalui budaya yang tetap di pegang teguh inilah membuat masyarakat tiongkok menjadi lebih arif dalam kehidupan meskipun hidup di zaman modern.

Sebagai negara dengan perkembangan ekonomi yang pesat, hal ini tidak dapat dipisahkan dari budaya masyarakat orang tionghoa anut. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa budaya sendiri berdampak pada kehidupan manusia dari berbagai aspek termasuk salah satunya mengenai etos kerja. Berbicara mengenai etos kerja orang Cina, maka tidak diragukan lagi bahwa mereka memiliki etos kerja yang baik. Hal ini terlihat dari output atau hasil yang dikeluarkan yang baik.

Dalam penggunaan waktu, orang Cina cenderung sangat menghargai waktu. Hal ini dapat terlihat dari tingginya angka jam kerja rata-rata pekerja di Cina. Mereka bisa menghabiskan waktu sekitar 11 jam untuk bekerja dalam sehari. Hal ini tentunya berbeda dengan yang terjadi di Indonesia dimana bekerja maksimal 8 jam sehari saja sudah merasa tertekan. Selain dilihat dari tingginya jam kerja, masyarakat Cina pun dinilai lebih menghargai waktu, dilihat dari  kebiasaan mereka yang selalu datang 15 menit sebelum acara dimulai. Hal ini tentunya merupakan suatu hal yang positif sebab, budaya on time tentunya akan berdampak juga pada kinerja yang dihasilkan. Waktu bagi mereka adalah sesuatu yang harus dihargai, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Oleh karena itu tidak aneh rasanya jika saat ini Cina sebagai negara yang kuat bahkan bisa saja menandingi negara sekelas Amerika dan negara-negara eropa.

Selain mengenai etos kerja yang handal, orang Tionghoa juga termasuk yang ekonomis dan hemat. Dimana mereka lebih suka menggunakan uang hasil kerja keras mereka untuk investasi dan tabungan dibandingkan menggunakan uangnya untuk kepentingan hiburan semata. Maka tak heran jika kita lihat banyak orang Tionghoa yang berprofesi sebagai pedagang. Hal ini tidak terlepas dari budaya yang mereka anut, yaitu menginvestasikan uang mereka agar tetap berkembang.

Hal unik lainya adalah etos kerja dan budaya ekonomis ini diturunkan secara turun temurun dari keluarga. Dimana seorang anak akan dituntut oleh orang tuanya untuk bekerja keras sedari kecil, sebut saja misalnya ada orang Tionghoa yang mempunyai toko, maka si orang tua tersebut akan dilibatkan dalam pekerjaan toko, seperti menjadi kasir ataupun pelayan. Hal ini semata-mata digunakan agar si anak bisa belajar menghargai setiap kerja keras, yang diharapkan setelah dewasa dapat terus menanamkan prinsip ini.

Berbicara mengenai budaya Cina dalam konteks masyarakat global, hal ini tentunya tidak terlepas dari beberapa pemaparan diatas. Dimana setelah kita mengetahui mengenai perkembangan Cina saat ini yang bisa dibilang menguasai pangsa pasar ekonomi dunia kita dapat menyimpulkan bahwa hal ini tidak terlepas dari akar budaya kehidupan orang Tionghoa, yaitu memilki etos kerja yang baik. Sehingga tidak heran dengan penanaman etos kerja tersebut di masyarakat Tionghoa, dapat menjadikan mereka bisa lebih bersaing dengan bangsa-bangsa lain yang kita nilai lebih maju. Bahkan saat ini Cina merupakan salah satu negara yang mempunyai kehidupan ekonomi yang kuat dan diperhitungkan sebagai negara yang maju dalam bidang industrinya. Kemajuan yang dimiliki Cina saat ini merupakan hasil dari budaya dan etos kerja yang mereka anut, sehingga tidak aneh rasanya jika kita menyebut bahwa kemajuan suatu negara tergantung dari budaya yang mereka anut.

 

*Tulisan ini merupakan salah satu tugas kuliah penulis dalam mata kuliah 'Komunitas Lintas Budaya'.

Comments